Netizen Gempar! Kue Rolls Batik Berjaya Di Negeri Tetangga

Anda suka makan kue rolls? Pernahkah terbayang untuk ‘mencicipi’ kue rolls motif batik berbagai rasa? ya, ada salah satu warga negara asing sekaligus memiliki keturunan jawa yang menetap di Singapura justru viral dalam waktu singkat. Netizen pun langsung menanggapi kreasi kue olahan Nura Alkhatib, pemilik toko roti online Batikrolls di Singapura, dia berhasil memviralkan bolu gulung batik secara online dengan mengandalkan motif-motif Pesisiran khas Indonesia dari megamendung sampai parang rusak.

Baginya ini menjadi sebuah ide dan juga peluang buat berbagi keindahan seni batik dari Indonesia yang dituangkan dalam bentuk kue. Bahkan ia sudah mampu menjual batik rollsnya ke berbagai negara termasuk negara tetangga Malaysia. Untuk harga satu gulung bolu batik tersebut dijual dalam kisaran S$26 dan S$28 atau sekitar Rp 260 ribu rupiah.Dalam membuat bolu batik, Nura mengaku harus melewati proses yang cukup rumit. Berbeda dengan batik yang ditulis pada selembar kain, ia justru menuangkan kreatifitasnya ke atas loyang. Selain itu, teknik membatiknya pun tidak dengan lilin namun menggunakan krim kue.

Mengingat bisnis bolu batik yang sudah ada terlebih dulu beredar di negeri ini, namun apadaya peminat kue rolls dalam negeri lemah pada modal dan nilai produk. Tentunya, di era digital seperti saat ini UMKM dalam negeri juga harus memiliki strategi lain selain menawarkan rasa, entah dari segi promosi maupun branding. Karena saat ini justru banyak orang asli Indonesia justru sibuk dengan sendirinya,terutama para artis yang sibuk melebarkan sayap dengan terjun didunia enterprenuer dengan berbisnis kue atau cake artis yang jadi fenomena saat ini adalah bisnis kue oleh-oleh khas daerah yang dimiliki oleh sejumlah artis ternama Indonesia.

Meski menyandang jargon ‘oleh-oleh khas daerah’, namun sebenarnya aneka kue ini bukanlah asli makanan tradisional daerah yang dimaksud.
Kue oleh-oleh para artis ini merupakan perpaduan cake berbahan lokal dan import yang dibalut dengan tampilan internasional nan modern. Penampakannya yang menggugah selera, nama besar sang artis serta strategi market yang hanya menyasar 1 wilayah kota, terbukti sukses membuat bisnis oleh-oleh ini maju pesat dan meraup keuntungan yang cukup besar hingga outlet-outlet serupa mulai menjamur di beberapa kota.

Sebut saja Strudel Malang by Teuku Wisnu, Jogja Scrummy by Dude Herlino, Medan Napoleon by Irwansyah, Surabaya Snowcake by Zaskia Sungkar, Bandung Makuta by Laudya Cynthia Bella, Cirebon Sultana by Indra Bekti, Makassar Baklave by Irfan Hakim, dan Bosang Makassar by Ricky Harun.
Memanfaatkan sosial media sebagai media promosi, banyak penggemar yang lalu menobatkan oleh-oleh khas daerah ini sebagai suvenir kekinian hingga tak lengkap rasanya berkunjung ke suatu kota tanpa membawa pulang oleh-oleh kue milik para artis tersebut.

berikut komentar netizen tentang adanya fenomena batik rolls yang berjaya dinegara tetangga dan fenomena gaya baru artis berjualan kue:

 

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Reply