Waspada! Ini 3 Modus Penipuan Online Shop Happy Babyq yang Wajib Kamu Ketahui

NetizenIndonesia.com – Belakangan ini Online Shop semakin marak kita temukan dalam jejaring sosial seperti Instagram, facebook atau media sosial lainnya.

Dalam jaringan komunikasi whatsapp, kemudahan akses informasi dan komunikasi antara buyer dan seller menjadi kelebihan sistem penjualan ini, dan tak jarang kelebihan ini yang dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab demi mengeruk keuntungan pribadi dengan cara-cara yang tak etis dan tak halal.

Penulis sendiri sudah memiliki pengalaman buruk dengan Online Shop, bahkan sudah bertransaksi dengan pedagang online tersebut.

Meskipun ada rasa kehilangan, namun sudah ikhlas dan di sini saya ingin menghimbau untuk mencegah orang-orang terdekat agar tak terjerumus dalam sistem penipuan yang semakin umum tersebut. Saya merasa bertanggung jawab untuk menulis artikel ini.

Nama olshop happy.babyq_ (sering menggonta-ganti nama akun) seluruh pembeli yang sudah pernah transfer di Blok- Rekening atas nama Widodo atau Anna Kartika – mereka mengaku berlokasi di Blitar dan Banyuwangi.

Berikut ini modus operasinya:

1. Menggunakan akun Instagram dan facebook palsu, baik yang dibuat menyerupai Online shop terpecaya maupun menggunakan akun-akun instagram dan facebook teman-teman kita yang telah dihack (Online Ship Fiktif). Akun instagram dan facebook yang didapatkan dengan metode fishing tidak jarang dijadikan Online Shop fiktif oleh penipu dengan memanfaatkan reputasi pemilik akun yang sebenarnya.

Waspadailah kalau tiba-tiba ada akun onlineshop yang anda rasa belum pernah anda add jadi teman menawarkan (men tag) barang-barang dagangan kepada anda.  Modus ini sering saya dapati,  misalnya secara drastis si Ahmad merubah profilnya menjadi Asli Online Shop, terkadang menghapus foto-foto/album, menghapus semua pesan dan status di profile.  Untuk mendeteksi siapa teman kita yang sudah di hack, kita bisa memeriksa alamat email atau custom url facebook di tab info profile.

2. Pada awal-awal transaksi terlihat normal, setelah berjalan beberapa kali transaksi mulai tipu-tipu (Online Shop tipu-tipu).  Modus ini penipu sepertinya memiliki stok barang untuk meyakinkan kita. Setelah kita percaya dan nominal pesanan bertambah dia mulai menunjukkan taringnya.

3. Ketika diminta resi atau bukti pembayaran penipu masih bermain halus masih membalas pesan. Lambat laun penipu langsung mem-Blok nomor secara otomatis.

Semua BUKTI dan KRONOLOGIS yang jelas, masih tersimpan. Seluruh ibu rumah tangga dari berbagai wilayah berharap agar kasus ini dapat ditangani segera oleh pihak berwajib.

Related posts

Leave a Reply