Ade Armando, Dosen UI Pendukung Ahok yang Picu Kemarahan Netizen

“Mulutmu Harimaumu” mungkin pepatah ini tepat ditujukan kepada Ade Armando, dosen komunikasi FISIP Universitas Indonesia yang pernah berurusan dengan polisi atas kasus pelanggaran UU ITE. Pria kelahiran 24 September 1961 ini berulang kali membuat postingan bernada kebencian, provokatif dan hoax. Tak terkecuali saat Pilkada DKI Jakarta lalu, Ade Armando yang merupakan pendukung Ahok-Djarot mem-posting tulisan-tulisan di akun Facebook-nya yang berujung hujatan netizen. Bahkan hingga kini, tokoh-tokoh yang menjadi lawan politik Ahok-Djarot masih menjadi sasaran kemarahan Ade Armando. 1. Anies Baswedan “Orang pintar milih Ahok. Orang bodoh milih Anies. Jadi kalau…

Read More

Ternyata Ribuan Bunga untuk Ahok-Djarot Dipesan Di Sini

Papan bunga untuk Ahok-Djarot di halaman Balai Kota konon mencapai 1.000 buah. Yang mengherankan, ribuan papan bunga tersebut dikirim dalam waktu bersamaan yakni dua hari berturut-turut, 25-26 April lalu. Dan dari banyaknya florist yang ada di ibu kota, yang mengerjakan pesanan papan bunga untuk Ahok-Djarot hanya hitungan jari. Siapa saja? Ini daftarnya:   Lucky Florist Feri, owner Lucky Florist menyebut omzet-nya naik 100 kali lipat dari biasanya. Total pesanan papan bunga yang dikerjakannya untuk Ahok-Djarot 80 buah. Sebagian diunggah foto-fotonya di akun instagram @lucky_florist. Lewat instagram-nya, tampak Lucky Florist biasa…

Read More

Jadi Wagub, Sandi Bakal Bangun Taman Jomblo

Calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta nomor urut tiga, Sandiaga Uno mengatakan, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan merangkul seluruh kalangan di ibukota, termasuk anak-anak muda. Jika diberikan amanah memimpin ibukota, kata Sandiaga, dirinya akan membangun taman-taman di berbagai pelosok ibukota. Salah satu taman yang akan dibangun adalah Taman Jomblo. Dikatakan Sandi, sapaannya, untuk membahagiakan masyarakat, khususnya kalangan muda akan dibangun Program Jomblo, dimana akan dibangun taman-taman jomblo. “Program jomblo sangat penting, itu ada risetnya, begitu meningkat ekonomi di kota  metropolis, rata-rata masyarakatnya tidak mau terikat, maunya sendiri, bebas,” kata Sandi,…

Read More

Anies Siap Menanggung Resiko Menjadi Jembatan Cinta

Kunjungan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke markas FPI di Petamburan Minggu silam(1/1) menimbulkan beragam reaksi. Ada yang menentangnya, tetapi banyak juga yang mendukung. Meskipun demikian Anies mengatakan dalam sebuah kesempatan bahwa dirinya telah siap menerima apapun itu konskuensinya saat mencoba merangkul seluruh elemen masyarakat. Konsekuensi itu bisa berupa cacian, ekspresi kekecewaan, bully media sosial, dan bahkan ada yang menuduhnya merobek tenun kebangsaan. “Menjadi sebuah jembatan pastinya harus siap diinjak, tetapi yang jelas hasil akhirnya jelas yakni mencapai tujuan bersama,” terang mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu. Analogi jembatan…

Read More

Anies Tegaskan Akan Kembalikan Suasana Keberagamaan di Jakarta

Indonesia dikenal dengan suasana keberagamaan yang begitu kental. Beberapa momen hari besar umat beragama tumbuh berkembang dan dirayakan dengan semarak, bahkan menjadi salah satu pondasi pariwisata untuk mancanegara. Sebagian yang lain bernilai edukasi dan penjaga keutuhan stabilitas masyarakat. Akan tetapi, suasana keberagamaan itu dinilai berkurang di ibukota. Permasalahan tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga yang berada di Jalan Pisangan Lama III, Pisangan Timur, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Mereka mengeluhkan suasana keberagamaan yang dirasa hilang di Jakarta ketika Calon Gubernur Anies Baswedan mengunjungi mereka, Jumat (23/12/2016). Dalam kesempatan tersebut, salah seorang…

Read More

Merawat Tenun Kebangsaan

Istilah tenun kebangsaan muncul dari sejarah dan filosofi bangsa ini, bahwa kebhinnekaan adalah fakta, bukan masalah. Bhinneka tunggal ika, berbeda-beda namun satu juga. Membicarakan kebhinnekaan tanpa membincangkan persatuan akan tampak kosong. Kebhinnekaan itu perlu dirajut agar terus bersatu. Persatuan inilah yang senantiasa kita upayakan, senantiasa kita ikhtiarkan. Jika para pendiri bangsa ini yang merajut tenun kebangsaan, maka tugas kita sekarang adalah merawat tenun kebangsaan tersebut. Ikhtiar itu berupa mempersatukan kebhinnekaan. Dalam kerangka inilah Anies Baswedan bertemu dengan semua pihak. Sebagai pemimpin, Anies berikhtiar merawat tenun kebangsaan yang ada. Dia membuka…

Read More