RK: Nasdem Punya Kejaksaan, yang Bener Bisa Salah, yang Salah Jadi Bener

Jakarta – Video Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil membeberkan alasannya menerima pinangan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai Calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023 menjadi viral. Ia mengatakan tidak kuasa menolak karena Nasdem memiliki media dan kejaksaan. Hal ini menjadi pertimbangan batinnya karena menurut Kang Emil, dinamika politik bisa membuat orang yang tidak salah menjadi salah. “Saya menerima pinangan untuk menyelamatkan agar pembangunan Kota Bandung tidak terganggu, karena kalau saya tolak, hari ini orang salah atau tidak salah bisa disalah-salahin, tiba-tiba tsk,” ujar Kang Emil. Bagaimanapun pasti ada alasan kuat mengapa Kang…

Read More

Demi Berlangsungnya Pembangunan Kota Bandung Ridwan Kamil Terima Pinangan Partai Nasdem

  Netizen digegerkan dengan beredarnya video Ridwan kamil, Wali Kota Bandung. Secara mengejutkan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil menjelaskan alasannya tidak menolak dukungan Nasdem.   Dalam video ini Kang Emil mengatakan kalau Nasdem memiliki media dan kejaksaan. Akan menimbulkan mudarat atau bahaya bagi dirinya dan kota bandung jika menolak dukungan Nasdem. Sampai saat ini belum ada bantahan dari Nasdem maupun kejaksaan. “ Tiba-tiba Nasdem tidak banyak mikir di posisi yang sama itu, langsung saja mendeklarasikan, Nah Nasdem ini pak dia punya media dia punya kejaksaan, jadi kalau saya tolak…

Read More

Nasib Ridwan Kamil Setelah Mendapat Dukungan Partai Penista Agama

  Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung resmi mendapat dukungan dari Partai Nasdem untuk maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat. Simpatipun kini semakin mengalir kencang, mengapa dirinya meninggalkan partai Gerndra, partai yang membesarkan namanya dan bergabung dengan Partai Nasdem, partai pembela penista agama. Sebelumnya, KPU DKI Jakarta telah merilis hasil rekapitulasi penghitungan suara. Perolehan suara terbanyak pada putaran kedua Pilkada DKI diraih pasangan calon nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dengan 57,96 persen suara. Sementara  pasangan nomor urut dua, Ahok-Djarot hanya mendapat 42,04 persen suara. Kalah menang adalah hal yang wajar…

Read More