Netizen: Presidential Threshold Bentuk Kemunduran Demokrasi Jangan Pilih Partainya!!

Netizen nilai penggunaan Presidential Threshold dinilai sebagai kemunduran demokrasi. Rakyat berhak memilih Calon Presiden dan wakil nya yang terbaik. Presidential treshold secara sosiologis akan membatasi hak konstitusional warga negara yang bisa berpotensi kepada rendahnya partisipasi warga negara dalam pemilu. Apabila “presidential threshold” tetap dipaksakan masuk dalam RUU Pemilu maka dapat dipastikan undang-undang tersebut akan kehilangan pengakuannya, baik secara yuridis, politis dan sosiologis. Maka hal itu bisa menabrak norma dalam putusan MK yang mengharuskan Pemilu 2019 dilaksanakan serentak antara Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Jelas,keputusan yang akan diambil, nampaknya akan melewati…

Read More

Presidential Threshold 20%, Ketakutan Terhadap Parpol Baru

JAKARTA – Pernyataan beberapa Partai Politik (Parpol) yang tegas mendukung Presidential Threshold 20% untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang menyiratkan ketakutan dan kekhawatiran parpol tersebut dengan kehadiran parpol-parpol baru. Untuk diketahui, hingga saat ini Parpol yang mendukung antara lain PDIP, Nasdem, Golkar, PPP, PKS, sedangkan yang menolak adalah PAN dan Gerindra. Sementara yang belum memutuskan sikap, diantaranya PKB, Demokrat, Hanura. PDIP menyatakan, ambang batas pencalonan presiden di angka 20% karena di porsi tersebut menunjukkan adanya kapasitas yang mumpuni bagi calon presiden dan wakil presiden sebelum terjun ke perhelatan demokrasi akbar…

Read More