Suarakan Presidential Threshold, Jadi Uji Pemahaman Politik Netizen

JAKARTA – Penerapan ambang batas atau presidential threshold tidak hanya menjadi konsumsi bagi warga DPR. Nyatanya, perbincangan tersebut juga tengah ramai di jejaring media sosial. Pemilik akun Twitter @panca66, Cipta Panca Laksana, menuliskan status yang mengatakan, “Kenapa pak @jokowi takut dengan presidential threshold 0%? Kalau hebat kenapa takut? #TolakPresidentialThreshold20Persen.” Cuitan Panca disambut oleh Politisi Partai Demokrat, M Husni Thamrin yang turut memberikan dukungan. Melalui akun twitternya @monethamrin mengatakan, “Jangan membuat kekuasaan terpusat di tangan Presiden. Kita pernah alami itu di masa Demokrasi Terpimpin.” Bahkan pembicaraan mengenai presidential threshold tengah menjadi…

Read More

Belenggu Demokrasi Itu Bernama “Presidential Threshold”

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa Pemilu 2019 diselenggarakan secara serentak. Melalui keputusan tersebut, secara otomatis menghapuskan ambang patas pencalonan presiden (Presidential Threshold). Jika Presidential Threshold diberlakukan, maka secara tidak langsung tindakan tersebut telah melanggar konstitusi (inkonstitusional). Logika penggunaan presidential threshold dengan angka 20 hingga 25% adalah sebuah pola pikir yang mempertontonkan bahwa bangsa ini sedang mengalami degradasi demokrasi. Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi, maka sepatutnya  pemilihan calon pemimpin juga dilakukan dan diselenggarakan dengan cara-cara demokratis. Bukan dengan memberi batas kepada calon pemimpin, namun sejatinya takut,…

Read More