x

Risiko Makan Banyak saat Sahur Memicu Perut Kembung dan Mual

waktu baca 3 menit
Senin, 25 Apr 2022 17:56 0 40 Netizen Indonesia

Risiko Makan Banyak saat Sahur Memicu Perut Kembung dan Mual. Ketika menjalankan ibadah puasa biasanya setelah sahur banyak melakukan ibadah dan tidur, bahkan ada sebagian umat Islam tetap bekerja mencari nafkah hingga petang hari. Hal ini mempengaruhi pola makan dan porsi makan saat sahur.

Tanpa di sadari, pola dan porsi makan saat sahur bertambah dalam jumlah banyak. Boleh saja sahur tetapi bukan berarti berlebihan saat makan. Kebiasaan ini mempengaruhi dan menjadi penyebab berat badan naik meski menahan haus dan lapar dari pagi sampai maghrib.

Bukan hanya membuat berat badan bertambah makan banyak saat sahur. Tetapi juga, memicu munculnya risiko masalah kesehatan. Mulai lemak menumpuk, bahkan membuat mual dan perut kembung dan berikut ini risiko makan banyak saat sahur.

Risiko Makan Banyak saat Sahur

Lemak Menumpuk

Salah satu risiko makan banyak saat sahur, yaitu lemak menumpuk. Boleh saja makan yang mengandung lemak, tetapi penting pula imbangi dengan makan kalori agar tubuh kuat
Lemak pada makan membuat berat badan naik dampak karbohidrat terkandung di dalamnya. Maka, alangkah baiknya makan berprotein yang bisa membuat kenyang lebih lama.

Bisa bikin mual

Ketika tiba saat sahur terasa lapar, tetapi bukan berarti makan porsi banyak sampai kekenyangan bukan membuat daya tahan kuat melainkan malah bikin mual dan kembung Alasannya, kapasitas perut sudah penuh tetap saja makan akhirnya memicu gangguan pencernaan.

Bahkan, karena kekenyangan membuat makanan yang telah dimakan dimuntahkan kembali. Hal itu terjadi dampak kondisi lambung yang sudah parah dan bisa jadi akibat penyakit asam lambung akut.

Sahur waktunya memang singkat, tetapi dalam durasi seperti itu makan jumlah banyak dengan cepat akan meningkatkan produksi gas dan kembung. Hal ini jika terus berlangsung lama dibiarkan terlalu lama sudah pasti memicu masalah kesehatan.

Disamping itu, makan sahur waktunya singkat justru malah meningkatkan gas dan kembung. Maka,alangkah baiknya makan sahur sesuai kebutuhan dan tidak lupa kurangi makanan yang bisa memicu produksi gas pada sistem makanan.

Sistem Pencernaan Terganggu

Makan banyak ketika sahur memberi pengaruh pada sistem pencernaan akibat makanan jenis tertentu. Mulai makanan pedas, berlemak, minuman berkarbonasi, sayuran jenis tertentu, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Makan makanan seperti ini bila makan dalam jumlah banyak dan waktu singkat sudah pasti berisiko meningkatkan gas dan perut kembung.

Oleh karena itu, kurangi porsi ketika sahur. Kemudian, pilih makanan yang nutrisi tercukupi dan makan secara perlahan. Tidak lupa kurangi pula jenis makan makanan yang cepat memicu produksi gas pada sistem pencernaan.

Terserang kantuk

Sesudah sahur biasanya dilanjutkan tidur lagi sampai pagi dan ketika tidur dalam kondisi kenyang, karena makan banyak mengakibatkan efek negatif pada kesehatan.

Banyak makan sahur, juga bisa memicu hipoglikemia reaktif. Kondisi ini terjadi ketika gula darah turun tak lama setelah makan besar. Hipoglikemia tidak hanya dialami oleh orang dengan diabetes. Gejalanya, terserang kantuk tak lama setelah makan, lesu, detak jantung cepat, dan sakit kepala.

Makan banyak memang bikin kenyang, tetapi malah memicu berbagai masalah kesehatan yang membuat tubuh tidak sehat. Ada baiknya makan sesuai kebutuhan dan secukupnya dengan nutrisi cukup agar tubuh tetap fit.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x