Key Highlights
- ASDP bergerak cepat memantau kondisi seluruh penumpang KMP Batumandi setelah insiden kebakaran.
- Bantuan medis, logistik, dan kebutuhan dasar disediakan untuk para korban terdampak.
- Fasilitasi pemulangan penumpang ke daerah asal menjadi prioritas utama ASDP.
Respons Cepat ASDP Pasca Insiden KMP Batumandi
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan kesigapan dalam menangani insiden kebakaran yang menimpa KMP Batumandi di perairan Selat Sape, Nusa Tenggara Barat. Tragedi yang terjadi pada Minggu, 27 November 2022, dini hari tersebut memicu respons cepat dari pihak ASDP untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang serta anak buah kapal (ABK).
Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi, menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan adalah memastikan kondisi seluruh penumpang dan ABK dalam keadaan baik serta mendapatkan penanganan yang diperlukan. “Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi dan langsung mengerahkan tim untuk memastikan seluruh penumpang dan ABK selamat serta mendapatkan penanganan terbaik. Saat ini fokus kami adalah memantau kondisi mereka dan memfasilitasi pemulangan bagi yang ingin kembali ke daerah asal,” ujar Ira.
Penanganan Medis dan Logistik Terpadu
Segera setelah insiden, tim gabungan dari ASDP, Basarnas, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta aparat kepolisian setempat langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Seluruh penumpang yang berjumlah 138 orang dan 34 ABK berhasil dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Sape. Di pelabuhan, tim medis telah siaga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar penumpang mengalami kelelahan dan trauma akibat kejadian tersebut. Beberapa penumpang dengan keluhan medis ringan segera diberikan penanganan di posko kesehatan yang didirikan. Selain itu, ASDP juga menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, selimut, dan tempat istirahat sementara bagi para korban. Psikolog juga turut dihadirkan untuk memberikan dukungan trauma healing guna membantu memulihkan kondisi mental penumpang.
Fasilitasi Pemulangan Penumpang Menjadi Prioritas
Salah satu langkah konkret ASDP adalah memfasilitasi pemulangan penumpang ke daerah asal masing-masing. Proses pendataan penumpang dilakukan secara teliti untuk mengidentifikasi kebutuhan transportasi mereka. Bagi penumpang yang berasal dari Lombok, Sumbawa, maupun Bima, ASDP menyediakan transportasi darat berupa bus untuk mengantar mereka pulang.
“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan kepolisian, untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar dan aman. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti ini,” tambah Ira. Upaya fasilitasi pemulangan ini melibatkan koordinasi yang erat antarlembaga, sebuah contoh nyata dari sinergi nasional dalam menghadapi bencana.
Komitmen Terhadap Keselamatan dan Evaluasi Menyeluruh
ASDP juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan operasional seluruh armadanya. Investigasi mendalam akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran KMP Batumandi. Hasil investigasi ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Pengawasan ketat terhadap kondisi kapal dan prosedur keselamatan akan terus diperkuat.
Insiden ini menjadi pengingat penting akan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana transportasi laut. ASDP memastikan bahwa mereka akan terus berada di garda terdepan untuk melayani dan melindungi penumpang, sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia jasa penyeberangan yang terpercaya dan berkelas dunia.