Nama Lidya berasal dari Alkitab, merujuk pada seorang wanita terkemuka dari kota Tiatira yang tinggal di Filipi. Ia dikenal sebagai penjual kain ungu, sebuah komoditas mewah pada zamannya, menunjukkan status sosial dan kemandiriannya. Lidya adalah orang Eropa pertama yang dibaptis oleh Rasul Paulus, dan rumahnya menjadi pusat jemaat Kristen mula-mula. Kisahnya dalam Kisah Para Rasul 16:14-15 menggambarkan seseorang yang hatinya dibuka oleh Tuhan untuk menerima Injil, menjadikannya simbol iman yang terbuka dan keramahtamahan Kristen yang tulus dalam konteks Kristen Indonesia.
Individu dengan nama Lidya sering dikaitkan dengan kepribadian yang ramah, berjiwa pemimpin yang lembut, dan memiliki empati yang tinggi. Mereka cenderung memiliki kemampuan alami untuk membangun komunitas dan membawa keharmonisan di lingkungan sekitar. Dalam numerologi, nama Lidya sering dikaitkan dengan angka 6, yang melambangkan tanggung jawab, kasih sayang, dan pelayanan. Sifat-sifat ini mencerminkan karakter Lidya dalam Alkitab yang murah hati dan berdedikasi pada imannya serta sesamanya.