Polemik Cak Budi, Sulitnya Menjaga Amanah

Jakarta – Media sosial Indonesia saat ini tengah dihebohkan oleh pemilik akun instagram @cakbudi_ yang diketahui rutin menggalang donasi bagi kaum duafa melalui media sosial.

Penggalangan donasi dari masyarakat untuk kemanusiaan atau crowdfunding yang dilakukannya marak diperbincangkan para netizen. karena Budi Utomo atau yang dikenal dengan Cak Budi diduga menyelewengkan dana donasi yang telah dikumpulkannya dengan membeli mobil Toyota Fortuner dan smartphone untuk keperluan pribadi.

Nama Cak Budi mencuat usai menjadi narasumber sebuah talkshow di sebuah TV nasional. Sosok Cak Budi menjadi inspirasi banyak pihak karena kepeduliannya akan orang-orang yang tak mampu. Berkat Cak Budilah orang-orang tersebut kebutuhannya dapat terpenuhi. Sehingga banyak masyarakat yang turut memberikan donasi melalui rekening pribadi Cak Budi atau pun melalui website kitabisa.com.

Penggalangan donasi oleh Cak Budi melalui media sosial berjalan mulus hingga mampu menjaring dana dari donator hingga miliaran rupiah. Selama lima bulan, akun instagram @cakbudi_ yang memiliki jumlah pengikut hingga 219 ribu diketahui aktif menggalang donasi bagi kaum duafa. Cak Budi mungkin hanyalah satu dari sekian banyak penyelenggara penggalangan dana non pemerintah yang memanfaatkan perkembangan era digital untuk memudahkan para donatur. Ada yang berbasis komunitas, ada juga yang dikenal sebagai sosialpreneur.

Selama menggalang dana, Cak Budi juga berusaha melakukan transparansi dengan mengunggah aktifitas pencairan dan penyaluran dana yang telah dikumpulkan melalui media sosial miliknya.

Namun, apa yang dilakukan juga mendapat ujian ketika keterbukaannya dengan mengaku telah membeli sebuah mobil dan smartphone menjadi masalah. Dari situlah, Cak Budi menjadi bulan-bulanan publik, bahkan dalam beberapa hari, serangan kepada Cak Budi melalui media sosial begitu masif.

Cak Budi pun segera memberikan penjelasan lewat akun instragramnya. Terkait dengan ramainya netizen membicarakan kabar itu, Cak Budi menyatakan, jika dia memang membeli mobil itu untuk keperluan operasional.

Polemik Cak Budi membuat lembaga yang konsen di kegiatan Filantropi (kedermawanan sosial) di Indonesia angkat bicara. Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia, Hamid Abidin mengatakan, sebagai lembaga yang konsen terhadap kegiatan filantropi, pihaknya menaruh perhatian pada polemik dan kontroversi seputar pengelolaan sumbangan yang dilakukan oleh Cak Budi.

“Kami menilai kasus ini bisa berdampak terhadap kepercayaan donatur kepada lembaga-lembaga filantropi/nirlaba dan bisa menghambat perkembangan dan kemajuan filantropi di indonesia,” ujar hamid melalui rilisnya.

Namun, kasus ini juga bisa jadi momentum pembenahan dan pembelajaran bagi individu, komunitas dan lembaga filantropi/nirlaba yang saat ini tengah melakukan penggalangan sumbangan masyarakat.

Polemik ini juga menarik perhatian Kementerian Sosial. Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa bahkan rencananya akan memanggil pria tersebut untuk meminta penjelasan terkait permasalahan yang saat ini terjadi.

Lalu bagaimana hukum di negara kita untuk mengatur penggalangan dana sumbangan dari masyarakat untuk fakir miskin? Sebenarnya pemerintah telah mengatur hal tersebut melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pengumpulan Dan Penggunaan Sumbangan Masyarakat Bagi Penanganan Fakir Miskin.

Kasus Cak Budi ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa niat baik yang kita salurkan, belum tentu digunakan orang lain untuk kebaikan pula, malahan digunakan untuk keperluan pribadi bahkan dapat memperkaya orang lain.

Related posts

Leave a Reply