Penuh Kontroversial, Garuda Muda Gagal Melaju ke Final

Masyarakat Indonesia antusias menantikan pertandingan Senin malam (29/4/2024). Laga ini digelar di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar.

Penuh Kontroversial, Garuda Muda Gagal Melaju ke Final

Netizenindonesia.com - Masyarakat Indonesia antusias menantikan pertandingan Senin malam (29/4/2024). Timnas Indonesia U-23 harus takluk di tangan Uzbekistan dengan skor 0-2. Laga ini digelar di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar. Kedua tim gagal mencetak gol di babak pertama.


Pada menit ke-61, Muhammad Ferrari sempat mencetak gol namun gol tersebut dianulir karena offside Ramadan Sananta. Nama wasit VAR Shen Yinhao asal China pun menjadi topik pembicaraan warganet.

Uzbekistan berhasil memecah kebuntuan dengan membobol gawang Indonesia pada menit ke-68 oleh Khusayin Norchaev dari hasil serangan sayap kanan.

Susunan Pemain
Indonesia gagal mendapat penalti melawan Uzbekistan pada menit ke-27. Video Assistant Referee (VAR) menganggap tidak ada pelanggaran untuk Garuda Muda. Kesempatan Penalti untuk Timnas Indonesia pun melayang.

Salah satu penyerang andalan Timnas Rafael Struick harus absen dari laga kali ini.  Rafael terkena hukuman akumulasi kartu kuning dari pertandingan sebelumnya sehingga tidak bisa ikut merumput. 

Sebagai gantinya, pelatih Shin Tae-yong menurunkan Ramadhan Sananta untuk mengisi posisi barisan depan. Witan Sulaeman dan Muhammad Fajar Fathur turut menemani Ramadhan.

Posisi penjaga gawang masih dipegang Ernando Ari Sutaryadi sebagai kiper kepercayaan. Di depan Ernando tampak Rizky Ridho Ramadhani, Muhammad Ferrari, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On dan Pratama Arhan.

Berikut susunan pemain Timnas Indonesia U-23 saat pertandingan kemarin:

  • 26-Ernando Ari Sutaryadi;
  • 3-Muhammad Ferarri,
  • 5-Rizky Ridho,
  • 10-Justin Hubner,
  • 12-Pratama Arhan,
  • 23-Nathan Tjoe;
  • 6-Ivar Jenner,
  • 7-Marselino Ferdinan;
  • 8-Witan Sulaeman,
  • 9-Ramadhan Sananta,
  • 14-Muhammad Fajar Fathur.

Pil Pahit di Babak Kedua
Salah satu momen yang cukup membuat kesal penonton Indonesia adalah dimana Indonesia harus bermain dengan 10 pemain saja. Hal ini karena Rizky Ridho (84’) yang merupakan kapten tim harus menerima kartu merah. Rizky dianggap menendang kapten Uzbekistan saat penyelamatan gawang.

Tak berselang lama dari momen kartu merah, Uzbekistan mendapatkan gol kedua yang tercipta akibat gol bunuh diri Pratama Arhan. Sangat disayangkan namun tentu saja pemain harus tetap mengumpulkan semangat agar tidak kebobolan lagi.
Uzbekistan mencetak gol pada menit ke-69 di mana Khusayin Norchaev sukses membobol gawang Indonesia dengan menyambar masuk umpan silang dari Mukhammadkodir Khamraliev. Uzbekistan unggul 1-0.

Tak kalah gesit, Uzbekistan nyaris menambah gol pada menit ke-71. Abbosbek Fayzullaev menembakkan bola dan menghantam tiang gawang. Pada menit ke-78, Norchaev mengancam gawang merah putih dengan bola tandukannya.

Indonesia bermain dengan 10 pemain setelah Rizky Ridho mendapatkan kartu merah atas pelanggaran kepada Jasurbek Jaloliddinov. Indonesia gagal mengejar ketertinggalan hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil akhir pertandingan menunjukkan skor 2-0. Uzbekistan banyak mengganti pemainnya sehingga sedikit membuat Timnas Indonesia kerepotan dengan lawan yang di luar prediksi.

Dengan adanya kemenangan ini, maka Uzbekistan berhasil lolos ke final dan menyegel tiket ke olimpiade 2024. Untuk Indonesia masih akan menjalani perebutan posisi atau juara ketiga dan agar bisa lolos ke olimpiade Paris.

Shin Tae-yong mengungkapkan mental anak asuhnya berada di puncak saat berhasil memenangkan pertandingan melawan Korea Selatan. Pada awalnya pelatih unggulan Timnas Indonesia ini merasa optimis bahwa anak asuhnya mampu meredam Uzbekistan.

Salah satu kelebihan tim Uzbekistan diantaranya dapat melakukan transisi begitu cepat. Tim mereka dapat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan ataupun sebaliknya dengan sangat cepat.

Meski gagal memenangkan pertandingan dan melaju ke babak final, timnas Indonesia U-23 patut mendapatkan apresiasi. Tak ada usaha yang sia-sia, hanya saja mungkin kali ini memang belum saatnya!.

Sumber foto; PSSI