5 Alasan Kenapa Netizen Indonesia Setuju Grok Milik Elon Musk Dilarang Masuk RI
apa yang membuat netizen Indonesia setuju dengan pelarangan kecerdasan buatan milik Elon Musk ini? Berikut adalah 5 alasan utamanya yang berhasil kami rangkum.
Netizen Indonesia – Keputusan pemerintah memblokir Grok AI di awal tahun 2026 ternyata tidak sepenuhnya menuai protes. Meski sebagian pengguna X Premium merasa dirugikan, tak sedikit netizen yang justru memberikan dukungan lewat tagar #DukungBlokirGrok yang sempat memuncaki trending topic.
Lantas, apa yang membuat netizen Indonesia setuju dengan pelarangan kecerdasan buatan milik Elon Musk ini? Berikut adalah 5 alasan utamanya yang berhasil kami rangkum:
Artikel Penting
For You
1. Fitur Deepfake yang Terlalu "Bebas"
Berbeda dengan AI lain yang memiliki aturan ketat soal pembuatan wajah orang asli, Grok dikenal dengan jargon "anti-woke" yang memberikan kebebasan hampir tanpa batas. Netizen khawatir fitur ini disalahgunakan untuk membuat konten asusila atau fitnah politik menggunakan wajah tokoh publik Indonesia.
"Bahaya banget kalau muka orang diedit sembarangan cuma buat hoaks. Kita sudah cukup pusing dengan berita palsu," tulis akun @RakyatCerdas.
2. Isu Pencurian Data Percakapan
Banyak netizen yang baru menyadari bahwa Grok dilatih menggunakan data cuitan, balasan, hingga interaksi pengguna X secara real-time. Banyak yang merasa privasi mereka "dirampok" demi kepentingan bisnis Musk tanpa adanya kompensasi atau izin yang jelas secara legal di Indonesia.
3. Elon Musk yang Dianggap "Kebal Hukum"
Netizen Indonesia dikenal sangat sensitif terhadap isu kedaulatan digital. Keengganan pihak xAI atau X untuk mendirikan kantor perwakilan resmi di Indonesia dan mendaftarkan PSE dianggap sebagai bentuk kesombongan perusahaan teknologi besar global terhadap aturan main di dalam negeri.
4. Ancaman Keamanan Pemilu dan Stabilitas Nasional
Mengingat Grok bisa memberikan jawaban yang sarkastik dan terkadang tidak terverifikasi, netizen khawatir AI ini akan menjadi mesin pemecah belah bangsa. Tanpa filter moderasi lokal yang paham konteks budaya dan politik Indonesia, Grok dianggap bisa memperparah polarisasi di media sosial.
5. Keinginan Mendukung AI Karya Anak Bangsa
Seiring dengan isu pemblokiran ini, muncul gerakan di kalangan tech-enthusiast untuk lebih melirik dan mengembangkan AI lokal. Netizen mulai menyuarakan bahwa Indonesia seharusnya tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga tuan rumah di negeri sendiri dengan teknologi yang lebih ramah terhadap regulasi dan budaya lokal.
Pemblokiran Grok bukan sekedar masalah teknologi, melainkan masalah perlindungan data dan etika digital. Meskipun kebebasan berpendapat dijunjung tinggi, mayoritas netizen sepakat bahwa keamanan data dan pencegahan hoaks deepfake jauh lebih penting di tahun 2026 ini.
Apakah Anda termasuk tim yang setuju Grok diblokir atau justru menganggap ini langkah mundur bagi teknologi RI?
Bagikan Informasi dan Opinimu di Netizen Indonesia!
Ada kejadian penting di sekitarmu? Jangan hanya disimpan! Bagikan ke Netizen Indonesia. Mari kita buat informasimu viral dan jadi sorotan utama!
Disclaimer:
Account Role admin
Suka berita ini? Bagikan ke temanmu sekarang! Jangan lupa Follow halaman Facebook Netizen Indonesia untuk update terbaru. Profil
Bagaimana Reaksimu?
Netizen
Tentang Saya
Halo, Netizen! Saya Admin di balik Netizen Indonesia. Bantu saya memviralkan informasi penting di sekitarmu ke halaman depan. Punya info menarik? Langsung kabari ya!